Peningkatan KAP (Knowledge, Attitute, Practice) Wirausaha Batik Penataran Terhadap Bahan Kimia Berbaya Produksi Batik dan Pengelolaan Limbah Batik Dengan Metode Adsorpsi
Keywords:
Batik Penataran, Metode Adsopsi, Sosialisasi, KAP (Knowledge, Attititude, Practice).Abstract
Produksi batik oleh kelompok pengrajin Batik Penataran berlangsung sejak tahun 2019 dengan produk utamanya berupa batik tulis, cap, dan ciprat. Dalam proses pembuaannya, batik tidak lepas dari proses pewarnaan dengan menggunakan pewarna tekstil yang menghasilkan limbah dan dapat mencemari lingkungan. Bedasarkan wawancara yang dilakukan kepada pengrajin diketahui bahwa selama ini limbah yang dihasilkan dari proses batik belum ada pengelolaan khusus. Limbah yang dihasilkan hanya ditampung di bak/ drum dan beberapa dibuang di aliran sungai tanpa pengelolaan terlebih dahulu.
Kegiatan PkM ini menggunakan pendekatan model Participatory Action Research (PAR), dalam bentuk sosialisasi bahaya limbah bahan-bahan kimia yang dihasilkan dari proses produksi batik (pewarnaan, pencelupan, dan pelorotan), dan sosialisasi pengelolaan limbah produksi batik dengan metode adsorpsi menggunakan arang aktif. Keberhasilan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan evaluasi dengan tujuan, antara lain: a) mengukur perubahan KAP, yakni Knowledge (pengetahuan), Attitute (sikap), dan Practice (praktik) peserta tentang bahan berbahaya dalam produksi batik dengan membagikan angket sebelum (pre test) dan sesudah kegaitan (post test). Hasil kegiatan sosialisasi berhasil meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik peserta dari rendah ke tinggi, Aspek pengetahuan sebesar 37,71%, sikap sebesar 25,63%, dan praktik dengan peningkatan sebesar 38,59%, dengan rata-rata peningkatan semua aspek sebesar 33,98%.
